|
Berbagai Tips Riverboarding |
|
|
|
|
Written by Super Admin
|
|
Thursday, 08 July 2010 03:54 |
|
Riverboarding memang menyenangkan dan menantang. Meski demikian tetap ada aturan-aturan yang harus dipatuhi agar riverboarding tetap aman, yaitu :
-
Harus bisa berenang. Jika tidak bisa berenang atau takut air lebih baik tidak melakukan riverboarding.
-
Harus berada pada kondisi fisik yang prima. Jika naik turun tangga beberapa kali saja sudah membuat Anda kelelahan, apalagi melakukan riverboarding. Bukannya mau menakut-nakuti, namun tubuh Anda adalah komputer yang cerdas. Jika sedikit aktivitas saja sudah membuat tubuh kelelahan, artinya tubuh Anda perlu makanan yang lebih sehat dan olahraga yang lebih banyak. Riverboarding adalah olahraga yang membutuhkan ketahanan fisik, jadi bersiap-siaplah.
-
Harus siap mental. Banyak yang berpikir “Wow.. spertinya mengasyikkan!!” ketika menyaksikan olahraga ekstrim dan ingin mencobanya. Namun ketika benar-benar akan mengalami sendiri, mereka jadi panik dan merasa plahraga tersebut tidak lagi mengasyikkan.
-
Biasakan menggunakan pelampung. Walau anak-anak desa biasa bermain di sungai yang cukup deras hanya bercelana kolor, pelampung tetap syarat mutlak dalam riverboarding. Pertama, karena kita tak seakrab mereka dengan karakter sungai. Andai pun ketrampilan renang kita sehebat para bolang itu, azas mengutamakan keselamatan jangan ditawar jika ingin melakukan kegiatan secara bertanggungjawab. Kedua, bukan rahasia lagi para pelaku kegiatan di alam terbuka umumnya makin terangsang jika risikonya makin besar. Jeram-jeram kecil, yang mungkin masih cukup aman diarungi tanpa pelampung oleh perenang ulung, dengan segera menjadi kurang menantang jika mengarungi sungai bersenjatakan papan selancar. Tanpa sadar para peselancar ini akan melampaui batas dalam rangka mencari jeram yang lebih berat. Jadi, biasakanlah sejak awal untuk memakai pelampung.
-
Bila perlu, tambahkan pakaian selam karena bisa membantu menghindari lecet jika mengarungi bagian sungai yang dangkal berbatu, juga menambah daya apung, walaupun sedikit menghambat gerakan.
-
Bawa juga kantong air, terutama jika berselancar jarak jauh seharian, karena walaupun selalu berendam di air, tubuh tetap berisiko kekurangan cairan tubuh sehingga akan mempermudah otot terserang kram.
-
Jika Anda adalah pemula, berikut hal-hal yang bisa membantu Anda mempersiapkan pengalaman pertama Anda melakukan riverboarding :
-
Masuk ke dalam air yang tenang dan coba berguling-guling dengan papan seluncur untuk merasakan sensasinya. Perhatikan bagaimana posisi tubuh Anda di atas papan. Bagaimana berat tubuh Anda didistribusikan? Apakah Anda bertumpu pada siku atau dada? Papan seluncur harus berada di sekitar lingkaran pinggang agar kaki bebas bergerak. Tendang air sedikit dan rasakan putaran papan lalu cobalah berputar dengan cepat. Perhatikan bahwa tendangan anda mempengaruhi keseimbangan tubuh bagian atas Anda (berputar menyamping atau mundur). Anda harus terbiasa dengan gerakan dan putaran yang asa karena keseimbangan akan sangat penting di tengah jeram.
Anda harus mampu melakukan manuver dengan papan Anda ke segala arah dengan nyaman serta menggerakkan bagian bawah dan bagian atas tubuh Anda, yang masing-masing saling memberikan keseimbangan/kemudi dan kemudi/populsi dalam satu kesatuan. Cobalah untuk bergerak berkelok-kelok mengikuti imajinasi Anda. Berlatihlah melakukan tendangan keras untuk meningkatkan kecepatan dan berhenti dengan cepat kemudian berbalik, atau kembali nmenyusuri lintasan awal tadi. Jika Anda bisa melakukan semua itu dengan mudah, maka Anda sudah untuk menguji tantangan yang sebenarnya.
-
Cobalah berselancar di tengah jeram kelas 3 yang pendek yang bisa Anda coba berulang kali, terjunlah ke sana dan berselancarlah hingga Anda mendapatkan kendali atas papan dan gerakan tubuh Anda. Jika Anda telah menambatkan tali, mungkin tidak akan ada masalah untuk langsung terjun di air dan mulai berselancar. Namun karena arus sungai berbeda dengan arus laut, sebaiknya coba saja tanpa menggunakan tali agar lebih percaya diri. Ketika berada di tengah jeram, jangan panik dan perhatikan airnya, apakah air menarik atau mendorong tubuh Anda, bagaimana reaksi papan terhadap gelombang sungai, serta apakah Anda justru terbalik alih-alih mundur. Perhatikan bahwa arus sungai tidak mudah diarahkan seperti arus laut. Dengan adanya bebatuan dan tikungan, gerakan air sungai menjadi tidak biasa.
|